Makasar, Liputanpost.com – Universitas Muslim Indonesia Umi makassar selama 2 Hari menggelar acara Wisuda, 27 dan 28 Agustus 2026. Prosesi Wisuda diikuti 2 Ribu 855 Sarjana Universitas Muslim Indonesia Umi Makasar dari D3,Profesi, S1, S2 dan S3.

Prosesi Wisuda dilaksanakan dalam Suatu Rapat Senat Terbuka dipimpin Rektor UMI Makasar Prof Dr. H. Hambali Thalib SH.,MH, disaksikan Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Anggota Senat dan Guru Besar serta Orang Tua dan Kerabat Wisudawan.

Rektor umi makasar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib SH.MH Mengingatkan masyarakat kita sedang menghadapi persoalan nyata: ekonomi, pekerjaan, kesehatan, lingkungan,
pendidikan, keadilan, serta perubahan teknologi. Dan bagi UMI sebagai perguruan tinggi, maka Ilmu harus menghasilkan manfaat.

Saya menyebut tantangan ini sebagai Kesenjangan Manfaat, yaitu ketika ilmu dan teknologi berkembang cepat, tetapi manfaatnya belum cukup cepat
dirasakan masyarakat.

Kita perlu berani melakukan otokritik. Akreditasi meningkat, kita bangga. Publikasi bertambah, kita bersyukur.
IPK lulusan tinggi, kita bahagia.

Tetapi masyarakat mempunyai pertanyaan yang sederhana: “Setelah universitas semakin maju, apa yang berubah dalam kehidupan kami?” Itulah yang harus dijawab UMI.

Hari ini UMI memiliki 71 program studi pada enam jenjang pendidikan: Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, Profesi dan Spesialis.

Sebanyak 34 program studi atau 47,89 persen telah berperingkat Unggul dan A. UMI memiliki 1.004 dosen, termasuk 117 Guru Besar yang sudah dikukuhkan sehingga menjadikan UMI sebagai PTS di Indonesia dengan Profesor terbanyak, dan UMI saat ini mendidik 24.424 mahasiswa.

Rata-rata IPK lulusan kita 3,73 dan 84,1 persen lulusan berpredikat cumlaude. Itu capaian yang patut kita syukuri. Tetapi anak-anakku sekalian: “Cumlaude adalah prestasi akademik. Berdampak adalah
prestasi kehidupan.” dan saya senang karena sebagian bukti itu hari ini berada di hadapan kita.

Dari fakultas-fakultas yang diwisuda ini, Mahasiswa Fakultas Hukum UMI meraih Gold Medal dalam kompetisi internasional di Chiang Mai University, Thailand.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer lolos student exchange di Kyushu Institute of Technology, Jepang.

UMI menjadi Juara Umum Kontes Robot Indonesia Regional IV 2026, dengan tiga medali emas. Tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri meraih Best Video and Poster pada Indonesia Chemical Reaction Car Competition 2026.

Tim Fakultas Teknik menjadi Juara Umum Civil Fest II FKMTSI Wilayah XII Sulselbar.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran meraih Juara 4 Pilmapres tingkat LLDIKTI Wilayah IX sementara mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026. Ini bukan sekadar daftar piala. Ini bukti bahwa mahasiswa UMI mampu bersaing dari tingkat regional, nasional sampai internasional.

Tetapi ada prestasi lain yang menurut saya sama pentingnya Anak-anak kita dari Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran hadir membantu masyarakat pada sejumlah kebakaran di Makassar.

Dan saat kita melaksanakan wisuda ini, tim medis Fakultas Kedokteran UMI masih membersamai masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Bagi saya: “Ilmu yang baik bukan hanya ilmu yang memenangkan kompetisi. Ilmu yang baik adalah ilmu yang hadir ketika masyarakat membutuhkan.”

Inilah Ilmu yang Hadir. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis sahih riwayat
Muslim: “Bahwa siapa yang meringankan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesulitannya pada hari kiamat.” Dan prinsip itu harus berlaku pula kepada mahasiswa kita sendiri.

Rektor umi makasar menambahkan
Ada 121 mahasiswa UMI yang hampir menyelesaikan seluruh proses akademiknya, tetapi terkendala biaya untuk mengikuti proses ujian akhir Sarjana, Magister
maupun Doktor. Ketika kami telusuri, di balik angka tunggakan itu ada persoalan manusia.

Ada orang tua yang meninggal. Ada keluarga kehilangan pekerjaan. Ada usaha keluarga yang menurun. Ada penyakit. Ada perceraian. Ada tekanan ekonomi yang justru datang ketika mahasiswa hampir selesai.

Kami bertanya: Apakah setelah berjuang bertahun-tahun mereka harus berhenti hanya beberapa
langkah sebelum selesai? UMI memutuskan: tidak. Universitas Muslim Indonesia memberikan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi sebesar Rp1,599 Milyar kepada 121 mahasiswa. Bagi kami, ini bukan sekadar beasiswa biasa. Ini adalah kebijakan akademik sekaligus kebijakan kemanusiaan.

“Masalah mahasiswa harus diketahui sebelum terlambat. Bantuan harus diupayakan sebelum mahasiswa menyerah.” Dan inilah salah satu
alasan kita membangun UMI Connection. Kemarin, 26 Agustus 2026, kita melakukan groundbreaking Gedung UMI Connection.

Melalui One Access, One Data, One Process dan Executive AI Dashboard, kita ingin pelayanan semakin sederhana, data semakin akurat, dan keputusan semakin cepat. Kita ingin membangun Universitas Preventif.
Universitas yang tidak menunggu mahasiswa berhenti baru mencari tahu apa yang terjadi. Kita ingin mengenali persoalan lebih awal dan melakukan intervensi secara tepat, bertanggung jawab, dan manusiawi. Satu Data harus melahirkan Satu
Kepedulian.

Anak-anakku sekalian, Dunia yang Saudara masuki juga berubah cepat. AI akan mengubah pekerjaan dan keterampilan. Karena itu Pendidikan yang kita bangun bukan perlombaan menggunakan AI sebanyak-banyaknya.

Kita ingin manusia mampu bekerja bersama teknologi tanpa kehilangan iman, adab, integritas, empati dan
tanggung jawab. Kepada dosen dan tenaga kependidikan juga sama: kita tidak mungkin menyiapkan generasi masa depan dengan pola pikir dan cara kerja masa lalu. Yang baik kita pertahankan. Yang tidak relevan kita perbaiki. Yang belum ada tetapi dibutuhkan, kita ciptakan.

Anak-anakku sekalian, Hari ini Saudara menerima gelar. Mulai besok, buatlah masyarakat menerima manfaatnya. Kita tidak sedang sekadar melepas mahasiswa dari kampus. “Kita sedang mengutus manusia pembelajar untuk memasuki masa depan.”

Ketua Harian Yayasan Wakaf UMI Makasar Prof Dr.Hj.Masrurah Muhtar MA mengingatkan gelar yang disandang merupakan amanah yang harus dilaksanakan untuk diri pribadi,keluarga dan masyarakat.

Sementara itu Plt Kepala LL Dikti Wilayah IX Sultanbatara Prof Dr.dr. Budu, PhD berharap wisudawan harus mampu menunjukkan ilmu yang diraihnya benar- benar membawa kemaslahatan bagi ummat manusia. (Jahja)