Tuntut Aksi Nyata Krisis Karhutla, Wapres MADN Dr. Andersius Namsi Desak Langkah Konkret Pemerintah dan Dunia Internasional

SINGKAWANG, LiputanPost.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda tanah Kalimantan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Menanggapi maraknya seruan doa lintas komunitas atas krisis asap yang kian memburuk, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) angkat bicara dan menuntut aksi nyata yang cepat dari pemerintah maupun dunia internasional.
Wakil Presiden MADN, Dr. Andersius Namsi, Ph.D., mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap fenomena cuaca panas ekstrem yang memicu terbakarnya lahan-lahan gambut di sejumlah wilayah Kalimantan. Ia menyoroti ironi besar yang kini tengah terjadi di tanah Borneo.
”Hutan gambut yang semestinya menjadikan Kalimantan sebagai paru-paru dunia, justru menghasilkan udara yang merusak dunia saat ini,” tegas Andersius Namsi dalam pernyataan resminya.
Melihat kondisi udara yang kian mengkhawatirkan, Wakil Presiden MADN, Dr. Andersius Namsi, Ph.D., menyampaikan dua poin desakan krusial:
1. Langkah Terukur Dunia Internasional & Pemerintah:
Menyerukan Komunitas Internasional dan Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan konkret, terukur, serta efektif guna meredam laju kebakaran hutan gambut yang terus meluas.
2. Keselamatan Generasi Muda: Meminta Pemerintah Indonesia mempertimbangkan secara serius kebijakan meliburkan siswa sekolah. Hal ini penting untuk melindungi anak-anak dari paparan udara yang berisiko mengganggu kesehatan masa depan mereka.
Ancaman kabut asap tidak hanya merusak ekosistem global, tetapi juga mengintai kesehatan masyarakat. MADN berharap respons tanggap darurat dapat segera direalisasikan sebelum dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan menjadi kian tak terkendali. ( JS )
SUMBER : Dr. A Namsi, Ph.D., Wakil Presiden MADN



Leave a Reply