Dugaan Kejanggalan Proyek Siluman Jalan Menuju Embung Cijapati

Redaksi
5 Jun 2026 10:40
Daerah 0 20
2 menit membaca

Pangandaran, Liputanpost.com – Proyek pembangunan jalan menuju Embung Cijapati di Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tengah menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang berada di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy ini diduga menggunakan material batu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.Panjang dan Lebar Jalan Menurut keterangan para pekerja di lapangan,

proyek ini membangun jalan dengan panjang 140 meter dan lebar 1 meter. Namun, ketika awak media menanyakan besaran anggaran yang digunakan, salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya menjawab singkat: “Tidak tahu.” Jawaban tersebut menimbulkan dugaan bahwa proyek ini berpotensi berstatus “anggaran siluman”, karena tidak ada transparansi mengenai sumber dan jumlah dana yang digunakan.Material Tidak Sesuai Spesifikasi.

Sejumlah pihak menyoroti penggunaan batu yang diduga tidak sesuai standar yang ditetapkan BBWS Citanduy. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi dan daya tahan jalan yang dibangun. Jika benar adanya, maka proyek ini berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Sulitnya Konfirmasi Pelaksana lapangan proyek, Yanto, hingga berita ini diterbitkan masih sulit dihubungi untuk memberikan klarifikasi. Ketidakjelasan ini semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Publik berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dampak bagi Masyarakat Embung Cijapati memiliki peran penting sebagai sarana pengairan dan pengendalian air di wilayah Desa Bojongsari. Jalan menuju embung seharusnya dibangun dengan kualitas terbaik agar akses masyarakat dan keberlanjutan fungsi embung dapat terjamin.

Dugaan penyimpangan dalam proyek ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan manfaat embung bagi warga sekitar.karena yang sudah di bangun saja pada tahun 2025 kurang lebihnya kini ambruk lagi tembok penahan tanah (TPT ) embung tersebut.

Harapan transparansi Masyarakat dan awak media mendesak agar BBWS Citanduy maupun pihak pelaksana segera membuka informasi terkait anggaran, spesifikasi material, serta proses pengawasan proyek. Transparansi dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

(Ramdani)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *