Goyah di Puncak Kemudi, Direksi PT MPI Tbk Berjamaah Mengundurkan Diri

Redaksi
4 Jul 2026 22:14
1 menit membaca

JAKARTA, Liputanpost.com – Langkah estafet pengunduran diri berjamaah direktur asal Malaysia di PT MPI Tbk terancam memicu efek domino pada operasional perusahaan. Kekosongan kepemimpinan di level manajemen puncak dikhawatirkan dapat menggoyang legalitas strategis perseroan dalam mengesekusi kontrak-kontrak besar.

Setelah ditinggal Direktur Utamanya akhir tahun lalu, kini giliran Mohamad Fazly bin Hassan yang resmi mundur dari kursi Direktur per 29 Juni 2026. Kehilangan dua figur kunci penentu kebijakan dalam kurun waktu yang singkat dinilai berisiko mengganggu performa bisnis utama mereka sebagai distributor farmasi.

Menurut Pengamat Hukum Korporasi, Risman Harefa, stabilitas manajemen adalah cerminan langsung dari Good Corporate Governance (GCG). Jika legalitas penandatangan kebijakan (authorized signatory) goyah, dampaknya bisa fatal.

“Roda bisnis distributor farmasi sangat bergantung pada relasi prinsipal, kontrak pengadaan, dan fasilitas kredit perbankan. Jika kekosongan ini tidak segera diisi, perseroan berisiko menghadapi hambatan operasional yang serius,” jelas Risman.

Berdasarkan aturan OJK, PT MPI Tbk kini dikejar tenggat waktu untuk menggelar RUPS demi merombak kepengurusan baru. Jika lambat bertindak, taruhannya adalah kepercayaan dari mitra bisnis dan perbankan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *