Tim DPPM Dikti UMI Gelar Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Kripik Kelor Sehat Serta Desain Kemasan Digital Bagi Kader PKK Desa Gettareng

Bulukumba, Liputanpost.com – Dalam rangka melaksanakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Tim DPPM Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Keripik Kelor Sehat serta Desain Kemasan Produk Berbasis Teknologi Digital bagi kader PKK Desa Gattareng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 7 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kader PKK, dalam mengembangkan potensi lokal melalui pengolahan daun kelor menjadi produk pangan sehat yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain memberikan pelatihan produksi keripik kelor, tim pengabdi juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pentingnya desain kemasan produk berbasis teknologi digital sebagai strategi meningkatkan daya saing produk di pasar.
Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di berbagai wilayah pedesaan dan dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi. Pemanfaatannya sebagai produk olahan bernilai ekonomi masih belum optimal.
Melalui kegiatan pendampingan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah potensi lokal menjadi produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Tim pengabdian terdiri atas Ketua Irawati, S.Kom., MT., MTA., Anggota Dr. Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., MTA. Nur Asmi, SKM., M.Kes. dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan mahasiswa, yakni Mahasiswa Kharisma Suchy, Moh. Afif Riva Wiratama, Nining Eka Putri sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai manfaat dan potensi pengembangan produk berbahan dasar daun kelor, praktik pembuatan keripik kelor, hingga pendampingan dalam merancang kemasan produk yang menarik dengan memanfaatkan teknologi digital.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam mengembangkan produk unggulan desa.
Ketua Tim Pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan pemasaran melalui kemasan yang lebih menarik dan informatif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kader PKK untuk mengembangkan produk olahan berbasis daun kelor yang berkualitas, memiliki identitas produk yang baik, dan mampu meningkatkan nilai tambah serta pendapatan masyarakat desa.”ujarmya
Selama kegiatan berlangsung, 26 peserta kader PKK mendapatkan pendampingan secara bertahap mulai dari proses produksi hingga penyusunan desain kemasan. Pendampingan ini menjadi bekal bagi kader PKK dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Program ini menghasilkan produk olahan yang berkualitas, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan kader PKK Desa Gattareng. Dengan adanya inovasi produk dan pengemasan yang lebih modern, diharapkan produk lokal desa dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua PKK Kelompok Usaha Desa Gattareng Sumriani Kegiatan Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam memahami pentingnya kemasan untuk produk kripik daun kelor.
Sebelumnya kami belum terlalu memahami bahwa kemasan yang menarik dan informatif dapat meningkatkan minat konsumen.
Setelah mengikuti Pelatihan kami menjadi lebih memahami cara memilih kemasan, membuat label, dan menampilkan produk agar lebih menarik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan melalui pendampingan sehingga produk kripik daun kelor yang kami hasilkan dapat semakin berkembang dan memiliki nilai jual yang lebih baik.”tandasnya (Jahja)



Leave a Reply