MAKASSAR, Liputanpost.com – Menanggapi dorongan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, ST., terkait pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, Guru Besar Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE., M.Si., memberikan pandangan strategisnya.

Prof. Salim Basalamah mengapresiasi tinggi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, pemikiran Gubernur Sulsel tersebut sangat relevan dan sejalan dengan tuntutan era ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Namun, beliau menekankan bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada tataran retorika atau kesepakatan seremonial (Memorandum of Understanding/MoU), melainkan harus dieksekusi dengan pendekatan manajemen pemasaran strategis berbasis kebutuhan riil (demand-driven approach).

“Dalam perspektif Manajemen Pemasaran, perguruan tinggi adalah produsen ilmu pengetahuan dan talenta, sementara pemerintah daerah dan industri adalah pemangku kepentingan sekaligus pengguna (end-user). Dorongan Gubernur untuk berkolaborasi adalah langkah awal yang sangat tepat. Agar kolaborasi ini berdaya guna tinggi, kita perlu mengadopsi prinsip Value Co-Creation atau penciptaan nilai bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Salim Basalamah memaparkan tiga pilar strategis dalam mengkonkretkan sinergi pemerintah dan kampus di Sulawesi Selatan:

1. Riset Berbasis Kebutuhan Daerah (Market-Oriented Research): Perguruan tinggi harus memetakan potensi unggulan daerah Sulsel, seperti sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan UMKM. Riset dan inovasi yang dihasilkan Dosen Perguruan Tinggi seyogianya diselaraskan secara presisi dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD) Pemprov Sulsel.

2. Penyelarasan Kurikulum dan Talent Ecosystem: Kurikulum pendidikan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta seperti UMI, harus responsif terhadap dinamika pasar kerja lokal dan global. Sinergi dengan Pemprov dapat diwujudkan dalam program magang strategis, proyek pembangunan desa, dan incubation center untuk wirausaha muda.

3. Penguatan Branding dan Daya Saing Daerah: SDM unggul yang dihasilkan melalui kolaborasi ini akan menjadi brand ambassador kekuatan Sulawesi Selatan. Penguatan kualitas SDM secara terukur akan meningkatkan kepercayaan publik dan daya tarik investasi ke Sulsel.

Sebagai akademisi dari Universitas Muslim Indonesia, Pakar Manajemen Pemasaran UMI itu menegaskan kesiapan Universitas Muslim Indonesia untuk berjalan berdampingan dengan PTN dan Pemprov Sulsel.

“Pembangunan SDM unggul di Sulsel adalah tanggung jawab kolektif. Perguruan tinggi seperti UMI memiliki kapasitas riset dan ribuan talenta muda yang siap disinergikan dengan program-program strategis Gubernur Andi Sudirman Sulaiman,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi hasil, Sulawesi Selatan diyakini mampu melahirkan generasi emas yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga berkelas global.

Tentang Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE., M.Si. Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE., M.Si. adalah Guru Besar Manajemen Pemasaran pada Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang aktif meneliti dan memberikan sumbangsih pemikiran dalam bidang strategi pemasaran, perilaku konsumen, dan pengembangan ekonomi daerah. (Jahja)