Makassar, Liputanpost.com – Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Tanah Air memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas dan intelektualitas ummat. Sebagai institusi pendidikan yang berkembang dari masyarakat, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu- ilmu keislaman, namun juga sebagai wahana pembentukan akhlak, kepemimpinan dan budaya keagamaan melalui sistim pendidikan yang memadukan kehidupan berasrama, keteladanan kiai,kajian kitab serta pembiasaan nilai- nilai islam.

Bukan itu saja karakteristik tersebut menjadikan pasantren memiliki keunikan dibandingkan lembaga pendidikan lainnya dalam membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.

Hal ini dikemukakan Promovendus Arsad dalam Disertasinya tentang Model Pendidikan Islam berbasis pasantren di SMP BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto : Kajian Genealogi, Manajemen, dan Integrasi Pendidikan, saat mengikuti uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pada Program Pascasarjana umi, di kampus PPs umi makasar urip sumoharjo, Jumat 7 Agustus 2026.

Uji kompetensi dipimpin Asisten Direktur I PPs Umi makasar Prof Dr.Ir. Tamsil MP dengan penyanggah Dr.Hj Subaedah.M.Pd., Dr. Andi Bunyamin, M.Pd., Prof Dr.H.Abd Rahim Yunus MA ,, Prof Dr.H.Mansyur Ramly SE.,MM., Prof Dr.Sukro Wahab M.Si dan Dr. Faisal Habib ST.MT,.

Sementara bertindak sebagai Promotor Prof Dr.Hj.Nurlaelah .M.Hum bersama Prof Dr.Syahrir Mallongi SE M.Si dan Dr.Hj.Rosmiaty M Pd masing- masing sebagai Co Promotor 1 dan 2.

Menurut Arsad, keberadaan pesantren mendapat pengakuan melalui Undang- Undang no 18 tahun 2019 tentang pasantren yang menegaskan sebagai bagian dari pendidikan nasional.

Regulasi tersebut memberikan legitimasi terhadap peran pasantren dalam menyelenggarakan pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan akhlak berdasarkan nilai- nilai Islam Rahmatan Lil Alamin.

Pada bagian lain Arsad menambahkan, pengakuan tersebut juga menuntut pasantren untuk mampu mengembangkan tata kelola kelembagaan yang lebih profesional sehingga tetap relevan dengan perkembangan Iptek dan kebutuhan masyarakat.

Dalam hubungannya dengan SMP BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,jelas Promovendus Arsad, ini merupakan salah satu lembaga yang berhasil mengembangkan pendidikan islam berbasis pasantren melalui integrasi antara kurikulum nasional, kurikulum kepesantrenan, pembinaan karakter serta manajemen pendidikan yang terstruktur.

Keberhasilan tersebut jelas Arsad tercermin pada prestasi akademik, pembinaan akhlak, budaya disiplin serta pengelolaan lembaga yang berorientasi pada mutu.

Kondisi ini tambah promovendus Arsad menunjukkan kalau keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum namun juga sejarah perkembangan lembaga, sistim manajemen dan model integrasi pendidikan yang diterapkan secara konsisten. (Jahja)