Makassar, Liputanpost.com – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mencatat capaian melalui Spacetara Art yang berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek Tahun 2026 pada kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan.

Spacetara Art merupakan usaha kreatif yang mengolah rempah-rempah sisa sortasi ekspor menjadi produk dekorasi dan suvenir bernilai seni. Usaha yang dirintis sejak 17 September 2025 ini memadukan kreativitas, pemanfaatan bahan lokal, dan identitas budaya rempah Nusantara dalam produk yang memiliki daya tarik visual sekaligus aroma alami.

Berangkat dari isu pemanfaatan rempah yang tersisih dalam proses sortasi, tim melihat peluang untuk memberi nilai baru pada bahan yang masih memiliki karakter visual dan aroma khas.

Melalui Spacetara Art, rempah Nusantara tidak hanya ditempatkan sebagai komoditas pangan, tetapi juga dihadirkan sebagai medium kreatif yang relevan dengan kebutuhan dekorasi dan gaya hidup masa kini.
Tim Spacetara Art beranggotakan Andi Nisrina Afifah Syahrul, Muh Naufal Firjatullah, Haeruddin, dan Muh Ilyas, serta didampingi oleh Ibu Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., MTA. sebagai dosen pembimbing.

Pembagian tugas tim mencakup pengelolaan usaha, pengembangan produk, produksi, pemasaran, hingga keuangan. Tim mengusung semangat “Hadirkan keindahan alami untuk setiap sudut ruangan Anda” sebagai identitas Spacetara Art.

Gagasan Spacetara Art berangkat dari adanya rempah yang tersisih pada tahap sortasi dan seleksi praekspor karena tidak memenuhi spesifikasi tertentu untuk pasar ekspor.

Meskipun demikian, sebagian bahan tersebut masih memiliki bentuk, tekstur, warna, dan aroma yang dapat dimanfaatkan sebagai material kerajinan.

Tim kemudian melihat peluang dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk dekorasi alami, buatan tangan, dan memiliki cerita budaya yang kuat.

Produk yang telah dikembangkan dan dipasarkan antara lain figurin boneka rempah cengkeh Nusantara, gantungan kunci berbahan rempah dan biji-bijian, vas bunga dekoratif, serta bingkai foto bernuansa rempah.

Setiap produk dibuat secara manual dengan memanfaatkan karakter alami dari rempah dan biji-bijian sehingga menghasilkan tampilan yang khas pada setiap karya.

Perpaduan bentuk, tekstur, warna, dan aroma alami rempah menjadi salah satu ciri yang membedakan Spacetara Art dari produk kerajinan pada umumnya.

Sebelum dipasarkan kepada konsumen, produk Spacetara Art terlebih dahulu melalui tahap pengecekan kualitas. Produk ditempatkan di ruangan terbuka untuk diamati kondisinya, terutama perubahan pada bahan, tampilan, dan kekuatan susunan produk.

Pengecekan ini dilakukan sebagai langkah sederhana untuk memastikan produk tetap dalam kondisi baik dan layak sebelum dikemas serta dijual.

Melalui proses tersebut, tim berupaya menjaga kualitas produk agar tetap baik hingga diterima oleh konsumen.

Pasar utama Spacetara Art mencakup kalangan muda yang menyukai produk unik dan estetis, wisatawan yang mencari suvenir khas, serta pelaku usaha dan instansi yang membutuhkan cendera mata untuk kegiatan maupun kebutuhan perusahaan.

Penjualan dilakukan secara langsung dan melalui Shopee, serta didukung dengan promosi melalui Instagram dan TikTok. Pemanfaatan platform digital tersebut membantu Spacetara Art memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen untuk melihat dan membeli produk.

Penerimaan pasar mulai terlihat dari sejumlah produk Spacetara Art yang telah mencatat penjualan di Shopee dan memperoleh penilaian 5,0 dari konsumen pada produk yang ditampilkan.

Validasi konsumen juga menunjukkan hasil positif. Dalam survei Problem-Solution Fit terhadap 30 responden dari segmen Gen Z dan Milenial di Makassar, 87% responden menyatakan tertarik mencoba produk dekorasi rempah Spacetara Art, sedangkan 65% menyatakan bersedia melakukan pembelian ulang.

Respons tersebut memperkuat potensi pasar bagi produk yang menggabungkan keunikan desain, bahan alami, aroma rempah, dan nilai budaya.

Keberhasilan lolos pendanaan P2MW 2026 menjadi momentum bagi Spacetara Art untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, menghadirkan variasi desain baru, memperluas pemasaran digital, membangun kemitraan, serta memperkuat perlindungan kekayaan intelektual atas merek dan karya.

Pengembangan usaha juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan lokal dan membuka ruang keterlibatan petani serta pengrajin di Sulawesi Selatan.

Melalui langkah tersebut, Spacetara Art ingin tumbuh sebagai merek kriya berbasis rempah yang mampu memperkenalkan kekayaan Nusantara melalui karya dekoratif yang bernilai ekonomi, budaya, dan lingkungan. (Jahja)