Makassar, Liputanpost.com – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan karya inovatif yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sebuah tim yang terdiri dari lima inovator muda sukses merancang dan meluncurkan platform digital bernama HomeWorkers (HOKERS).

Atas inovasi tersebut, tim ini berhasil meraih prestasi membanggakan dengan lolos pendanaan pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek untuk Kategori Bisnis Digital Tahun 2026.

Tim pengembang di balik aplikasi inovatif ini beranggotakan Nahwa Kaka Saputra, Muhammad Rifky Saputra Scania, Aisyah Ramadhani Muchlis, Elsa Salsabila, dan Andi Putri. Keberhasilan pengembangan bisnis digital ini juga didukung oleh arahan dari dosen pembimbing, Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., MTA.

Dengan mengusung semboyan utama “Satu Aplikasi, Semua Urusan Rumah Beres!”, HomeWorkers diciptakan sebagai solusi cerdas dan komprehensif bagi urusan perbaikan rumah tangga.
Pengembangan inovasi ini berangkat dari dua masalah utama di lapangan.

Pertama, masyarakat urban yang sering kali kesulitan menemukan tukang yang cepat, aman, dan terpercaya. Kedua, para pekerja lokal di sektor informal yang selama ini belum memiliki akses yang memadai ke pasar kerja digital profesional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, aplikasi HomeWorkers hadir dengan menawarkan berbagai keunggulan kompetitif (value proposition) yang menguntungkan pengguna maupun pekerja.

Beberapa di antaranya adalah penyediaan layanan multi-service, penerapan sistem harga yang transparan di awal, hingga keamanan yang terjamin melalui sistem verifikasi pekerja menggunakan identitas resmi (KTP).

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memastikan standar kualitas dengan memberikan pelatihan khusus bagi para mitra teknisinya.

Melalui platform HOKERS, masyarakat dapat mengakses berbagai macam jasa perbaikan hanya dari genggaman smartphone. Jasa yang ditawarkan sangat beragam, meliputi service AC, perbaikan pipa (plumbing), instalasi listrik, jasa kebersihan, service kendaraan, hingga renovasi bangunan. Layanan ini secara spesifik menargetkan komunitas perumahan, masyarakat di rentang usia 25-45 tahun, serta pelaku UMKM lokal yang membutuhkan jasa pemeliharaan tempat usaha.

Aplikasi penyedia layanan jasa tukang dan perbaikan rumah ini kini telah resmi mengudara dan dapat diunduh langsung oleh masyarakat melalui Google Play Store. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah besar tim mahasiswa UMI dalam melakukan digitalisasi di sektor informal.

Tujuan utama dari HOKERS bukan sekadar bisnis semata, melainkan untuk memberdayakan tenaga kerja informal lokal, meningkatkan kepercayaan publik pada layanan tukang, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkesinambungan.

Kini, masyarakat tidak perlu lagi repot mencari teknisi ke sana kemari; cukup unduh HomeWorkers di Play Store, dan biarkan ahlinya yang menyelesaikan masalah rumah Anda. (Jahja)