Jeneponto, Liputanpost.com – Pita merah yang membentang di mulut Jembatan Perintis Garuda Merah Putih akhirnya terputus.

Pengguntingan pita oleh Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa bersama Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., dan Camat Bangkala menandai resmi dibukanya jembatan yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (26/8/2026).

Momen tersebut disaksikan Kadis PUPR Kabupaten Jeneponto, Danramil 1425-02/Bangkala, Dansub Zibang 031 Bantaeng, Kapolsek Bangkala, Lurah Benteng, Lurah Pallengu, tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa hingga warga. Peresmian ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya penantian masyarakat terhadap hadirnya penghubung di atas Sungai Saballang.

Bagi TNI-AD melalui Kodim 1425/Jeneponto, Jembatan Perintis Garuda Merah Putih menjadi salah satu karya pembangunan yang lahir dari program strategis Presiden Republik Indonesia dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di wilayah. Jembatan tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari aktivitas dan mobilitas antara Benteng dan Pallengu.

Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan, pembangunan jembatan tidak semata-mata berbicara mengenai konstruksi, tetapi tentang menghadirkan kemudahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, apa yang dibangun melalui program TNI-AD harus memiliki nilai guna dan mampu menjawab kebutuhan warga.

“Jembatan ini adalah salah satu bentuk pengabdian TNI-AD kepada masyarakat. Kita ingin pembangunan yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan bersama,” kata Dandim.

Dandim menegaskan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih menjadi gambaran nyata bahwa Negara Hadir untuk Rakyat. Ia berharap jembatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah hasil pembangunan, tetapi terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggunakannya.

Atas selesainya pembangunan hingga peresmian jembatan, Dandim menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, aparat kewilayahan, unsur terkait serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan. Ia juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari keberlanjutan jembatan dengan menjaga kebersihan, keamanan dan kondisi konstruksinya.

“Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah membantu dan mendukung pembangunan ini. Setelah diresmikan, mari kita bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini. Karena manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas kontribusi TNI-AD, khususnya Kodim 1425/Jeneponto, dalam membantu mempercepat pembangunan di Kabupaten Jeneponto. Menurutnya, sinergi seperti ini memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI-AD, khususnya Kodim 1425/Jeneponto, yang telah ikut membantu percepatan pembangunan di daerah. Jembatan ini merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta masyarakat mengambil peran dalam menjaga hasil pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan yang telah dibangun dengan tujuan memberikan kemudahan harus diperlakukan sebagai fasilitas bersama yang keberlangsungannya menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Jaga dan rawat jembatan ini dengan baik. Jangan hanya menikmati hasil pembangunannya, tetapi mari kita sama-sama mempertahankan dan menjaganya agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” pesan Bupati.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih pun menjadi babak baru bagi masyarakat Benteng dan Pallengu. Dari sebuah kebutuhan akan penghubung, kini berdiri fasilitas yang mempertemukan dua wilayah sekaligus membawa pesan bahwa pembangunan akan memiliki arti ketika hasilnya benar-benar sampai kepada rakyat. (Jahja)