Ketua AWP Pangandaran Soroti Selisih Anggaran MBG Sindangwangi, SPPG Berikan Klarifikasi Hitungan Versi Internal

Liputanpost
2 Mar 2026 13:57
2 menit membaca

PANGANDARAN, Liputanpost.com – Program Makan Bergizi (MBG) di wilayah Sindangwangi kembali menjadi sorotan. Ketua Aliansi Wartawan Pasundan (AWP), N. Nurhadi, mengungkapkan adanya dugaan selisih anggaran berdasarkan hasil kalkulasi timnya terhadap paket menu yang dibagikan kepada peserta didik.

Dalam pernyataannya, Nurhadi menyampaikan bahwa tim AWP melakukan penghitungan berdasarkan komponen menu yang diterima siswa, yakni Susu Indomilk Vanilla 115 Mil, Jeruk, saus kemasan, tahu suir, tempe.

Berikut rincian perhitungan versi tim AWP:

* Susu 115 ml: Rp 2.875
* Jeruk: Rp 1.500
* Saus: Rp 500
* Tahu dua iris: Rp 400 x 2 = Rp 800
* Olahan ayam suir: Rp 1.000

Total per paket menurut kalkulasi AWP sebesar Rp 7.175.

“Kalau anggaran per porsi sebesar Rp 8.000, berarti ada selisih Rp 825 per paket. Jika dikalikan 2.500 porsi makan (PM) dalam satu hari, maka selisihnya mencapai Rp 2.062.500 per hari untuk satu menu,” ujar Nurhadi.

Menurutnya, angka tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengawasan publik penting untuk menjaga transparansi pelaksanaan program MBG.

Namun demikian, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi memberikan klarifikasi terkait perbedaan angka tersebut.

Berdasarkan pengakuan dan konfirmasi pihak SPPG, rincian biaya yang mereka gunakan berbeda dengan perhitungan tim AWP.

Versi SPPG menyebutkan:

* Susu: Rp 3.500
* Jeruk: Rp 2.000
* Saus: Rp 500
* Tahu isi ayam suir: Rp 2.000

Total untuk porsi kecil sebesar Rp 8.000.

Sementara untuk porsi besar, ditambahkan kacang kedelai senilai Rp 2.000 sehingga totalnya menjadi Rp 10.000 per porsi.

Perbedaan perhitungan ini dinilai menjadi akar munculnya dugaan selisih anggaran. Pihak SPPG menyatakan bahwa harga yang digunakan sudah termasuk biaya pengolahan, distribusi, dan standar mutu bahan pangan yang diterapkan dalam program tersebut.

Polemik ini pun memunculkan harapan agar seluruh pihak terkait dapat membuka rincian anggaran secara lebih transparan dan detail, sehingga publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai mekanisme pembiayaan program MBG.

AWP mendorong adanya evaluasi terbuka dan pengawasan dari tingkat kabupaten guna memastikan program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah tersebut berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, perbedaan perhitungan antara tim AWP dan SPPG Sindangwangi masih menjadi perhatian publik dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait. (Ramdani)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *