Makassar, Liputanpost.com – Penelitian global menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan distribusi kepemimpinan yang melibatkan guru secara aktif menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas sekolah.

Kepala sekolah tidak lagi hanya bertindak pengelola afministratif, melainkan sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu memotivasi guru dan staf sekolah untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Paradigma kepemimpinan pendidikan yang baru ini menuntut adanya transformasi yang mendalam, tidak hanya pada struktur formal namun juga pada budaya sekolah dan pola kerja guru

Pendidikan di Indonesia mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam konteks kepemimpinan sekolah.Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Kementrian pendidikan dan kebudayaan meluncurkan program guru penggerak pada tahun 2020 bertujuan menciptakan pemimpin pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan administratif namun juga pada inovasi dan pengembangan kualitas pembelajaran di sekolah.

Hal tersebut di ungkapkan Promovenda Herlina dalam Disertasinya tentang Implementasi kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah berbasis nilai guru penggerak di Sekolah Dasar Kabupaten Bone, saat mengikuti Uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pada Program Pasca Sarjana PPs umi makassar di kampus PPs umi Urip Sumoharjo, Senin 24 Agustus 2026.

Uji Kompetensi dipimpin Direktur PPs umi Prof Dr H.La Ode Husen SH.,M.Hum dengan Penyanggah Dr.Hj.Subaedah MP Si., Dr.H.Ishaq Samad MA., Dr.Andi Bunyamin M.Pd., Prof Dr.H.Abdul Rahim Yunus MA., Prof Dr H.Andi Marjuni M.Ag sebagai penguji External dan Prof.Dr.Ir.Hj Netty.M.Si sebagai Penguji Lintas Ilmu.

Promovenda Herlina dalam menyelesaikan Disertasinya dibimbing Prof Dr.Hj.Nurlaela M.Hum sebagai Promotor didampingi Dr.H.Hasibuddin Mahmud SS.,MA dan Dr.H.M.Akil MH,masing- masing sevagai co-promotor 1 dan 2.

Menurut Promovenda Herlina, reformasi ini tidak hanya menekankan pada aspek administratif namun juga mendorong transformasi nilai- nilai budaya melalui pendekatan culture of learning innovation.

Dalam konteks ini jelas Herlina, kepala sekolah diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan komunitas pendidikan menuju kemajuan lebih baik.

Pada bagian lain Herlina juga mengungkapkan bahwa peran sentral dalam transformasi pendidikan melalui konsep merdeka belajar pada aspek guru penggerak,dimana guru penggerak tidak hanya menjalankan kurikulum yang ada, namun harus aktif melakukan inovasi dalam setiap aktivitas pembelajaran guna mencapai atau mempertahankan profil pelajar pancasila yang mencerminkan siswa yang beriman, bertaqwa, berahlak mulia, kreatif, serta mampu bekerja sama. (Jahja)