Maraknya Travel Bermasalah Berdampak Menurunnya Tingkat Kepercayaan Masyarakat ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah

Makassar, Liputanpost.com – Industri jasa ibadah umroh dan haji di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran spiritual masyarakat dan kemampuan ekonomi ummat islam. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mengalami peningkatan jumlah jemaah umrah setiap tahun sehingga menciptakan peluang bisnis yang besar bagi penyelenggara perjalanan ibadah.
Kondisi ini juga terjadi di kabupaten wajo sulawesi selatan,yang memiliki karakter masyarakat religius dengan minat tinggi untuk melaksanakan ibadah di tanah suci. Namun meningkatnya jumlah penyelenggara travel umrah dan haji menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat sehingga setiap perusahaan di tuntut untuk mampu membangun keunggulan kompetitif melalui pelayanan yang berkualitas dan kepercayaan konsumen.
Hal ini di ungkapkan Promovendus Darmawansyah dalam Diisertasinya tentang Pengaruh Pengalaman Pelanggan, relasi keagamaan dan Word of mouth dengan reputasi perusahaan sebagai variabel intervening terhadap minat konsumen pada travel umrah dan haji di kabupaten wajo, saat mengikuti uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu managemen pada program pasca sarjana umi makassar di pimpin Direktur PPs umi kampus pascasarjana umi urip sumoharjo Rabu 12 Agustus 2026.
Gelar uji kompetensi menghadirkan Penguji Prof Dr.Serlin Serang SE.MSi.,Prof Dr.Ramlawati SE.MM ,Prof Dr.Hj Aryati Arfah,SE.M Si.,Dr.Asdar Djamareng SE.MM, Sementara Penguji Eksternal Prof Dr.Indrianawati Usman,SE.M.Sc dari Unair Surabaya dan Penguji Lintas Disiplin Ilmu Dr.Satrih Hasyim SH MH dari Fakultas Hukum Umi makasar.
Promovendus Darmawansyah dalam menyelesaikan Disertasinya di bimbing Promotor Prof Dr.H.Salim Basalamah, SE.M.Si di dampingi Prof Dr Ratna Dewi,SE. M.Si dan Prof Dr.H.Amir Mahmud,SE.,M.Si.,M.Ak.
Pada bagian lain Promovendus Darnawansyah mengatakan maraknya travel umroh bermasalah,berdampak menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah. Kondisi tersebut menyebabkan calon jemaah menjadi lebih selektif dalam memilih travel dengan mempertimbangkan legalitas, kualitas pelayanan,transfaransi informasi dan reputasi perusahaan.
Dalam kaitan dengan perspektif managemen pelayanan, jelas Darnawansyah minat konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat rasional maupun emosional.
Darmawansyah menjelaskan dalam penelitiannya mengkaji tiga faktor utama yaitu pengalaman pelanggan relasi keagamaan dan word of mouth dengan reputasi perusahaan sebagai variabel intervening.
Pengalaman pelanggan tambah Promovendus Darmawansyah mencerminkan kualitas interaksi konsumen dengan perusahaan,relasi keagamaan mencerminkan kedekatan perusahaan dengan niliai- nilai religius masyarakat sedang word of mouth merupakan komunikasi antar konsumen yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi, sehingga ke tiga faktor ini diperkirakan tidak hanya mempengaruhi minat konsumen secara langsung namun juga membentuk reputasi perusahaan sebagai dasar terciptanya kepercayaan. (Jahja)



Leave a Reply