Pemerintah Dituntut Menyediakan Pelayanan Efektif Serta Mampu Menggunakan Teknologi Dalam Menjalankan Fungsi Administrasi dan Pelayanan Publik

Makassar, Liputanpost.com – Perkembangan global saat ini ditandai dengan percepatan digitalisasi yang membawa perubahan besar terhadap tata kelola organisasi termasuk organisasi sektor publik.
Pemerintah selain dituntut tidak hanya menyediakan pelayanan yang efektif dan akuntabel, namun juga harus mampu menggunakan teknologi dalam menjalankan fungsi administrasi dan pelayanan publik, karenanya seorang ASN harus memiliki kemampuan, sikap kerja dan kesiapan yang sesuai dengan perkembangan birokrasi modern.
Hal ini di ungkapkan Promovendus Muslimin dalam Disertasinya tentang Pengaruh gaya kepemimpinan kompetensi digital dan keadilan organisasi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara melalui kepuasan kerja di Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bone, saat mengikuti uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu Manajemen pada program pascasarjana umi dikampus PPs umi Urip Sumoharjo Makassar 8 Agustus 2026.
Gelar Uji Kompetensi dipimpin Direktur PPs umi Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M. Hum dengan penyanggah Dr. Hj. Budiandriani SE.,MM,. prof Dr.Suriyanti SE.MM., Prof Dr.H.Amir Mahmud, SE.,MSi. M.Ak., Prof Dr.H.Baso Amang SE.M.Si.,prof Dr.Buyung Sarita SE ,MS.,PhD dan Dr Salle, SE.SH.MH sementara dalam menyelesaikan Disertasi Promovendus Muslimin dibimbing Prof Ramlawati SE.MM sebagai Promotor bersama Prof Dr.Serlin Ssrang SE.M.Si dan Dr.Aripin SE.MP.
Menurut Muslimin transformasi digital pemerintahan diwujudkan melalui penerapan e-goverment. Sistim Pemerintahan berbasis elektronik dan berbagai aplikasi administrasi berbasis teknologi, sehingga keberadaan sistim digital diharapkan dapat meningkatkan kecepatan, transparansi, ketepatan dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan Aparatur.
Dalam kaitan dengan tugas di sekertariat DPRD Bone Promovendus Muslimin yang juga sebagai Anggota Dewan di daerah ini menambahkan Praktik gaya kepemimpinan sangat penting karena pegawai bekerja dalam struktur birokrasi yang memerlukan koordinasi dan kepastian arahan. Pemimpin tambah muslimin perlu menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik, jabatan, pengalaman dan kebutuhan pegawai yang beragam, sehingga gaya kepemimpinan yang tepat diperkirakan dapat membentuk kepuasan kerja dan mendorong peningkatan kinerja ASN. (Jahja)



Leave a Reply