Perkebunan Kelapa Sawit Berkontribusi Penting Terhadap Pembangunan Nasional

Makassar, Liputanpost.com – Optimalisasi sumber daya manusia berbasis lean manufacturing dalam penguatan manajemen operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit merupakan inovasi manajerial yang semakin banyak di terapkan.
Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang berkontribusi penting terhadap pembangunan nasional,baik melalui peningkatan devisa negara dari ekspor produk turunan maupun penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan dan industri terkait, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan itu saja dengan adanya peluang-peluang sektor perkebunan menimbulkan stimultan bagi pemerintah dan beberapa pelaku bisnis dibidang perkebunan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit.
Ini di ungkapkan Promovenda Retno Ayu Puspita S dalam Disertasinya tentang Optimalisasi Sumber Daya Manusia Berbasis Lean Manufacturing Dalam Penguatan Manajemen Operasional Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, saat mengikuti Uji Kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pada Program Pascasarjana PPs umi makassar dipimpin Direktur PPs Umi makasar dipimpin Direktur PPs umi Prof Dr.H.La Ode Husen SJ.,M.Hum di kampus PPs umi Urip Sumaharjo Majassar Kamis 6 Agustus 2026
Gelar Uji Kompetensi yang berlangsung 2 Jam menghadirkan Penyanggah Prof Dr.Serlyn Serang SE.,MS.i.,Prof Dr.Ramlawati SE ,MM.,Prof Dr.Imadudin SE. MS.i,.Dr.Aripin SE.MP., Penguji Eksternal Prof Dr.Rahayu Puji Suci SE. MS.,MM dari Univetsitas Widya Gama Malang ,dan Penguji Lintas Disiplin Ilmu Dr.Ir.Hamsiah MS.i.Promovenda Retno Ayu Puspita yang berhasil meraih Nilai Pujian atau cumlaud dalam gelar promosi ini dibimbing Promotor Prof Dr.H.Baso Amang SE.MS.i bersama Prof Dr.Syamsuri SE.MSi.M.Ak dan Dr.Syafii.A.Basalama MM masing- masing sebagai Promotor 1 dan 2.
Menurut Promovenda Retno Ayu Puspita S, untuk mengakselerasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit di tanah air, pihak pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya memberikan pijakan yuridis normatif yang kuat dalam pengelolaannya. Hal ini dapat ditemukan dalam PP no 38 tahun 2023 tentang Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit dan beberapa peraturan lainnya.
“Dalam kaitan dengan Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Mamuju dan Mamuju Tengah,telah mengadopsi strategi manajemen operasional yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis,”jelas Retno Ayu.
Hal penting yang dilakukan tambah Retno Ayu Puspita S yaitu salah satu pendekatan yang dapat diharapkan yaitu pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi proses sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produksi secara umum. (Jahja)



Leave a Reply